div id='fb-root'/>

Selasa, 06 September 2016

KH ABDUL HADI SHOFWAN Sang Inspirator yang Visioner.




(Sebuah catatan kecil tentangnya)
Dari sebuah Desa kecil di wilayah Kecamatan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, telah lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Shofwan, tepatnya tanggal 10 Juli Tahun 1928. Sedangkan nama Abdul Hadi adalah nama tambahan yang baru disematkan sepulangnya beliau nyantri dari Jampes Kediri JawaTimur.
Belia ulahir dari seorang ayah yang bernama H Zaenuri Bin H Thoyib dan dari Ibu yang bernama Maidah,anak kedua dari empat bersaudara ,Beliau hanya mengenyam pendidikan formal sampai dengan SR (sekolahrakyat),
Shofwan muda kemudian memperdalam ilmu tentang Al-Qur’an di Pondok Pesantren di Desa Soropaten Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang dibawah asuhan Simbah Kyai Shobari, lalu meneruskan nyantri di Pondok Pesantren Watucongol Kecamatan Muntilan Magelang dibawah asuhan Simbah Kyai Dalhar, dan kemudian melanjutkan kembali nyantri di Pondok Pesantren Jampes Kediri Jawa Timur dibawah asuhan Simbah Kyai Ihsan Bin Dahlan. Dan dari Syeikh KH Ihsan bin Dahlan Al Jampesi inilah beliau tersambung langsung dengan sang pengarang kitab Siraj al Thalibin yang dituliskan beliau dalam sampul depannya kalimat :

“Ta’allamtuhadza al kitab ‘indamu’allifihi” 

Aku belajar langsung kitab ini (Siraj al Thalibin) dari pengarangnya.

Dari latar belakang inilah besar kemungkinan karakter ahlak dan tasawuf beliau KH Abdul HadiShofwan terbangun.
Tahun 1950 Beliau menikah dengan Siti Dzalfah Binti H Dahlan dari Kerokan Kutoanyar Kedu Temanggung dan dari pernikahannya itu dikaruniai 9 anak. Sepulang dari Pondok Pesantren Beliau menekuni bidang Politik dan bergabung kedalam Organisasi NU.
Sikap dan sifat keseharian Beliau ;
Beliau adalah sosok pendiam berwibawa, tidak pernah marah dan suka menolong kepada siapapun. Kuat pendirianya dan selalu berfikir positif. Sangat peduli terhadap pendidikan sehingga banyak mendirikan lembaga-Lembaga pendidikan di Kabupaten Temanggung dari tingkat dasar sampai kejenjang perguruan tinggi. Kepeduliannya tersebut dimulai ketika beliau mewadahi beberapa santri yang ingin ikut mengaji di dalam sebuah lembaga Pondok Pesantren Mu’allimin pada sekitar tahun 1958. Kemudian pada masa itu, Beliau yang mempunyai pemikiran dan gagasan visioner merasa perlu adanya lembaga pendidikan Islam formal guna memfasilitasi putera puteri masyarakat Islam dan NU untuk mendapatkan bekal bagi mereka untuk berhidmat dan member kemanfaatan di tengah-tengah masyarakat. Maka didirikanlah pendidikan formal Mu’allimin 6 Tahun Temanggung pada sekitar Tahun 1960 an.
Padaeranya, selain dikenal sebagai sosok yang sangat concern di dunia pendidikan, beliau juga dikenal sebagai birokrat, organisatoris, dan politisi atau ahlu Assiyaasah yang mumpuni dan disegani di wilayah Kabupaten Temanggung. Maka bukanhal yang aneh ketika pada awal tahun 1980 sampai 1990an bahkan sampai saat ini banyak pejabat birokrasi, guru, atau tokoh agama adalah merupakan santri beliau atau lulusan (alumnus) Pondok dan Madrasah Mu’allimin Temanggung. 

Beberapa catatan aktifitas KH. Abdul HadiShofwan di dunia Organisasi.
PadaTahun:     1955 – 1964 Beliau Menjabat sebagai Katib Syuriah NUTemanggung
                        1956 – 1959 Beliau Menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor Temanggung
                        1973 – 1987 Beliau Menjadi Ketua Tanfidziyah NU Cabang Temanggung
                        1985 – 1987 Beliau Menjadi Ketua Tanfidziyah NU Wilayah Jawa Tengah
Sebelumnya pernah pula menjadi anggota Badan Kerjasama Pemuda Militer (BKPSM), Sekretaris Front Nasional dan Anggota Penerangan PEPEKUPER Temanggung.

1959 – 1987 Direktur / pendiri Komplek Pendidikan Islam Mu’allimin Jampirejo
Temanggung.
1969 – 1977 Kuasa Dekan Fakultas Syari’ah UNNU Temanggung
1977 – 1987 Dekan Fakultas Hukum Islam UNNJU Temanggung
1965 -  1970Kepala Desa Jampirejo Temanggung
1964 – 1976 Hakim Anggota Pengadilan Agama KabupatenTemanggung
Wakil Ketua DPR-GR( 3Tahun )
1971 – 1987 Wakil Ketua DPRD KabupatenTemanggung.
Entah karena sebab apa, suatu ketika Beliau pernah berandai-andai, Beliau mengatakan ; andaikan saja para Ulama’ panutan Masyarakat di Temanggung bias meniru tokoh Ulama’ panutan di wilayah Kabupaten Magelang ( Simbah KH Siraj Payaman dan Simbah KH Dalhar Watucongol Muntilan ) maka semua akan terangkat derajatnya,  kemudian Beliau menjelaskanapa yang dimaksudkan ;
Setiap orang yang sowan simbah Siraj Payaman selalu disarankan untuk sowan Simbah Dalhar Watucongol Muntilan karena menurut Beliau, Simbah Dalhar lebih alim, namun ketika ada orang yang sowan simbah Dalhar, selalu ditanya sudahkah sowan Simbah Siraj Payaman kalau sudah  maka sudah cukup, karena menurut Beliau Simbah Siraj lebih alim.
Karena Beliau berdua saling memuji, maka keduanya menjadi terangkat derajatnya dan keduanya menjadi “Wali” Allah, Subhaanallah….
Diantara sahabat karibnya ;
Simbah KH. Maemoen Zubair Sarang Rembang, KH. Zamroni (Jakarta), Pof. Dr. Tholhah Manshur,SH. KH. Saiful Mujab (Jogja), KH Zubaer (Solo), KH. Imam Shofwan (Semarang) H. Karmani,SH., DR Umar Wachid, (Jakarta),

Selasa, 30 Agustus 2016

ROKOK SEKETEWU


Mondar-mandir sembari senewen’
Dolkecut..’ Gelisah. karna mendapatkan kabar’
harga Rokok akan naik 50.000.
terjadilah percakapan menarik antara Dolkecut dengan Kyainya.
Cekibrooot....!!!!!
__________________
Dolkecut :
Kyai...ini kok orang- orang Busuk’ semakin mengGila..’
setelah mereka gagal dengan isu
“Rokok itu merusak kesehatan”
“Rokok itu Haram”
ee....’ sekarang masih saja...’
dengan mau menaikkan Harga rokok..’
Gimana ini Kyai..’?’....
kalo benar rokok mau naik menjadi 50.000 ribu.
kan bisa mamfuzz saya.
Kyai nganu :
kamu kok ya Masih Latah aja Cut...’
Dengar isu gitu aja Kageet..’.
Dolkecut :
Isu Gimana Kyai?’...
ini beneran Lo....”
Apa ndak tau njenengan Kyai”.
Sampe Wakil Presiden kita aja mendukung.
Kyai nganu :
dengar Cut....!!
itu hanya taktik pertempuran yang biasaa..
Mudah dibaca.
Dolkecut :
Maksud Kyai?’...
Kyai nganu :
Alurnya gini Cut...:
kaum anti rokok pesanan orang Busuk’ itu mereka tugaskanpura-pura bikin studi,
“para Perokok akan berhenti merokok apabila rokok naik menjadi 50.000 perbungkus"
-di ejakulasikan ke situs Web abal-abal
- diCreeetttt kan tim buzzer kedunia maya plus dibumbui berbagai gimik kreatif.
-setelah Klimaks, mereka plasement-kan di media-media besar biar seakan-akan berita.
-hingga lahirlah respon
.
tim opinion leaders melakukan pemlintiran untuk dihadiahkan ke ‘leading sectors’
Jadilah isu yang semula berasal dari ‘kajian’, berubah menjadi ‘usulan’,
bergeser menjadi ‘seakan-akan mau terjadi’, lalu matang dalam isu:
‘sudah pasti terjadi’.
Isu makin legit karena para politikus prorokok juga ikut latah menanggapi.
Plus, perang netizen di dunia maya yang terus berkobar.
Semua berjalan dengan sempurna.
Isu yang ‘sudah pasti terjadi’ ini tinggal digiling di ‘mesin akhir tim’ yang sudah siap di Pemerintah.
jadi ini bukan hanya soal harga rokok.
tapi lebih luas dari itu. Cuut...!!!!!
karna orang yang kamu Sebut Busuk’ itu tau bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari rokok.
tau kenapa Cutt...”
karna hanya di negeri tenggalan sorga ini’’ rokok paling enak dinikmati.
"kamu bisa bayangkan kan?’...
Bagaimana kamu Berak’ tanpa ngrokok?’.....
“Hambarrr”.
Mereke tau potensi itu.
Dolkecut :
Tau Ahh....’
Pusing...’ aku Kyai..
bahasa jenengan Absurtd...’
Kyai nganu :
Ooo......
dasar murid
Asuuuu....!!!!
____________
Tanbih :
ungkapan ASUU....!!! Kyai nganu terhadap murid-muridnya bukanlah sebuah umpatan,
melainkan wujud keCINTAan.