div id='fb-root'/>

Belajar Agama Kok sama Budayawan, Cak NUN..!!!

Banyak yang menyebutnya sebagai kyai mbeling. Dalam  ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nggak jarang menggunakan kata-kata yang sangat rakyat jelata(ndasmu, asu, jancok, taek, dsb) dan nylekit. Yang tentu saja menyesuaikan dengan audience-nya saat itu (tidak di depan anak kecil atau semacamnya).
Cak Nun sengaja begitu agar tidak dikultuskan, tidak ingin di-wali-wali-kan oleh jamaahnya. Kalau orang yang pikirannya linier, tidak paham kontek, nggk kenal beliau..pasti bakalan berpikiran negatif, mengkafir-kafirkan.
Pernah suatu kali saat diundang di sebuah sarasehan, Cak Nun menyebutkan bahwa kita ini sesat, ulama-ulamanya sesat, semuanya sesat.
“Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat,” kata Cak Nun saat itu.
Mereka yang tidak kenal dan tidak terbiasa dengan omongan Cak Nun, marah besar. Terutama mereka-mereka yang masih muda.

NU "Garis Lurus" dalam pandangan Habibana Luthfi bin Yahya

Fenomena munculnya Istilah NU garis lurus hinga kini masih menjadi perbincangan sebagian kalangan. Ada sebagian kecil yang pro dengan muculnya istilah tersebut, namun mayoritas warga Nahdliyyin mengecam keras penggunaan istilah tersebut karena dampaknya sangat berbahaya bagi kerukunan dan kesatuan warga NU. Di samping itu dengan munculnya istilah NU garis lurus, ternyata menginspirasi orang - orang yang tak sukadengan NU untuk kemudian ikut - ikutan membuat istilah - istilah yang melecehkan nama besar NU, sebut saja misalnya munculnya fanpage yang menamakan dirinya " NU Protestan ".

( INDONESIA INDONESAH) NOT FOR SALE, HANDLE WITH CARE

GUS BUL: 
Sodara-sodara, apakah sampeyan sudah sepakat membubarkan Indonesia?

SANTRI: Nanti dulu Gus, interupsi! Mbok jangan ngelantur gini!
GUS BUL: 
Saya sama sekali tidak sedang melantur! Ini rumus akal sehat yang sampeyan tidak berani mengatakannya.
SANTRI: 
Lha terlintas saja ndak pernah e…apalagi mengatakan!

MUI itu Sebenarnya Makhluk' jenis Apa?'......................

colkecut :
Kyai...' itu "SImbah Kakung" nanya Kyai..'
MUI itu makhluk' jenis apa?'......
Kyai Jarkoni :
Apaa?'..... MUI?,
eemm...."setau saya cut..'
Yaa..'mungkin sebangsa makhul jenis jadi-jadian lah Cutt..!!
DOlkecut :
Waaahh...'ngawur njenengan Kyai..
Hati-hati Lo..'
ALmarhum "Mbah Sahal mahfudz" yang NU beliau juga Ketua MUI lo..."
Kok berani-beraninya njengan ngendiko begitu..' Istighfar Kyai..!!!

"Situs Islam itu pembodohan"

Dolkecut :
Kyai...' bagaimana pandagan njengan soal pemblokiran situs-situs Islam itu Kyai..."?"...
Kyai Jarkoni:
Emang ada situs Islam Cutt?'.... 
situs kok di-agama'kan. Dangkal...!!!!
Dolkecut :
la itu situs seperti hidayatulloh, panjimas voi islam dkk itu Kyai..".
yg di blokir atas rekomendasi BNPT, katanya kok Membahayakan gitu.
Kyai jarkoni :
Oooo...' kalo situs-situs itu kategori yg ndak mutu, dangkal, dan kadang bikin sumuk' memang'. jauuuh dari nilai Islam..".
setau saya situs-situs itu yg ngelola model orang-orang WAHABSU Cutt..!!."
Saya Justru malah curiga..' kenapa BNPT mendadak cerdas gini ya...'.
jangan-jangan mereka sering ngaji sambil cangkruan dengan para santri-santri kampung.'.

Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al Jampesi Kediri


Biografi singkat 
Beliau terkenal sebagai seorang ulama yang pendiam dan tak suka publikasi. Salah satu ulama yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah nusantara pada abad ke-19 (awal abad ke-20) adalah Syekh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesi. Namun, namanya lebih dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Jampes (kini Al Ihsan Jampes) di Dusun Jampes, Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Namanya makin terkenal setelah kitab karangannya Siraj Al-Thalibin menjadi bidang ilmu yang dipelajari hingga perguruan tinggi, seperti Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dan, dari karyanya ini pula, ia dikenal sebagai seorang ulama sufi yang sangat hebat.