div id='fb-root'/>

Selasa, 01 September 2015

Nusantara dalam Rangkulan Islam

Nusantara adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kepulauan Indonesia yang merentang di wilayah tropis dari Sumatra di bagian barat sampai Papua di bagian timur. Inilah wilayah yang tercirikan dengan keanekaragaman geografis, biologis, etnis, bahasa, dan budaya.
nusantara
Kata “nusantara” pertama kali muncul dalam susastra Jawa di abad ke 14 M, yang merujuk pada rangkaian pulau-pulau yang menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Kata “nusantara” sendiri adalah kata benda majemuk yang berasal dari bahasa Jawa Kuna : nusa (pulau) dan antara (terletak di seberang). Dalam kitab “Negarakertagama” yang ditulis sekitar tahun 1365 M, Empu Prapanca – seorang penulis sekaligus pendeta Budhha – menggambarkan wilayah penyusun Nusantara, dengan memasukkan sebagian besar pulau-pulau dalam wilayah Indonesia modern (Sumatra, Jawa, Bali, Kepulauan Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi, sebagian dari Maluku dan Papua Barat), ditambah wilayah lain yang cukup luas yang saat ini menjadi daerah kekuasaan Malaisya, Singapura, Brunei, dan bagian selatan Filipina. Pada 2010, menurut data Biro Pusat Statistik, wilayah Indonesia sekarang terdiri dari 1.340 kelompok etnik, dengan 2.500 bahasa dan dialek yang berbeda.

Selasa, 14 Juli 2015

Siapa Anti Arab, Siapa Anti Islam?

Siapa Anti Arab, Siapa Anti Islam?

November 2012, Muhammad Michael Knight, warga Amerika yang masuk islam menuliskan sebuah esai pendek berjudu Paris Hilton in Mecca. Knight memang dikenal sebagai seorang peulis radikal karena perspektifnya tentang islam yang fundamentalis namun memiliki sikap yang toleran. Nah bingungkan? Fundamentalis tapi toleran?

Dalam artikel itu Knight mengkritisi dinasti al saud, penguasa saudi arabia, karena dianggap melanggengkan konsumerisme di Mekah. Kota paling suci umat islam. Di kota itu tulis Knight dibangun sebuah toko milik Paris Hilton. Dalam catatannya, Knight muak dengan segala konsumerisme yang membuat ibadah haji menjadi kehilangan maknanya.

Sabtu, 20 Juni 2015

Sayyidah Fatimah Az-Zahro Terkasih.

Malam ke 3 Ramadhan adalah wafatnya Sayyidah Fatimah Az-Zahro. Sayyidah Fatimah sangat dicintai oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda;
“membuatku susah segala yang menyusahkan Fatimah dan membuatku senang segala yang menyenangkan Fatimah, Penguasa langit dan bumi akan menjadi murka dengan murkanya Sayyidah Fatimah dan Penguasa langit dan bumi akan menjadi Ridho dengan ridho Sayyidah Fatimah”. Jika Rasulullah saw rindu kepada surga, Rasulullah akan mencium dahi Sayyidah Fatimah karena diriwayatkan ketika Rasulullah saw memakan apel dari surga,maka dari apel itulah yang akan menjadi benih Sayyidah Fatimah pada Rasulullah, dan keluar menjadi seorang anak, yaitu Fatimah Az-Zahro.

Selasa, 09 Juni 2015

Ayo Mondok.......!!!!!!!!


Pondok pesantren pada awalnya di-setting sebagai lembaga pendidikan non-formal. Surau, Masjid dan pemondokan santri menjadi ruang aktifitas sentral para santri belajar ilmu. Ilmu yang dipelajari secara umum berkutat pada persoalan disiplin ilmu agama (baca; Islam), semisal fiqh, tasawwuf, nahwu, shorof, tauhid, tajwid dan semacamnya. Teks-teks yang jadi rujukan juga seputar kitab kuning klasik, sebuah karya cendikiawan Islam (Ulama) yang rata-rata ditulis pada abad pertengahan. Hal semacam itu membuat beberapa kalangan menjuluki kaum pesantren sebagai kaum tradisionalis.

Minggu, 10 Mei 2015

BENARKAH QURAISH SHIHAB SYI’AH?

Akhir-akhir ini pertanyaan di atas banyak dialamatkan ke saya. Mereka tahu saya berguru kepada Quraish Shihab dan bekerja di Pusat Studi Al-Qur`an (PSQ) yang didirikannya. Pertanyaan datang bertubi-tubi karena dipicu tulisan dalam kompasislam[dot]com yang mengutip pandangan salah seorang Pimpinan Pusat MUI bahwa Quraish Shihab adalah pendukung setia kelompok sesat Syiah.

Antara KH. Ahmad Dahlan Tremas dan K.H Ahmad Dahlan Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan Tremas (+1862-1911): Gurunya para ulama Falak, juga gurunya pendiri organisasi Muhammadiyah, dan ayahanda pendiri NU pertama di Bali....
Anda tahu siapa gurunya KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, hingga yg terakhir ini ganti nama dari Muhammad Darwis Yogyakarta menjadi KH. Ahmad Dahlan karena mengikuti nama gurunya itu...?
Ya dialah Kiai Haji Ahmad Dahlan Tremas – dikenal pula dengan sapaan “as-Samarani” (yang bertempat tinggal di Semarang). Salah seorang ulama ahli falak keturunan pendiri Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Murid KH. Saleh Darat Semarang ini dikenal sebagai seorang penulis kitab ilmu falak berjudul Tadzkiratu-l-Ikhwan fi Ba’dli Tawarikhi wal A’mali-l-Falakiyati, Bulughu-l Wathar dan Natijatu-l-Miqat. 

Selasa, 21 April 2015

Belajar Agama Kok sama Budayawan, Cak NUN..!!!

Banyak yang menyebutnya sebagai kyai mbeling. Dalam  ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nggak jarang menggunakan kata-kata yang sangat rakyat jelata(ndasmu, asu, jancok, taek, dsb) dan nylekit. Yang tentu saja menyesuaikan dengan audience-nya saat itu (tidak di depan anak kecil atau semacamnya).
Cak Nun sengaja begitu agar tidak dikultuskan, tidak ingin di-wali-wali-kan oleh jamaahnya. Kalau orang yang pikirannya linier, tidak paham kontek, nggk kenal beliau..pasti bakalan berpikiran negatif, mengkafir-kafirkan.
Pernah suatu kali saat diundang di sebuah sarasehan, Cak Nun menyebutkan bahwa kita ini sesat, ulama-ulamanya sesat, semuanya sesat.
“Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat,” kata Cak Nun saat itu.
Mereka yang tidak kenal dan tidak terbiasa dengan omongan Cak Nun, marah besar. Terutama mereka-mereka yang masih muda.

Senin, 13 April 2015

NU "Garis Lurus" dalam pandangan Habibana Luthfi bin Yahya

Fenomena munculnya Istilah NU garis lurus hinga kini masih menjadi perbincangan sebagian kalangan. Ada sebagian kecil yang pro dengan muculnya istilah tersebut, namun mayoritas warga Nahdliyyin mengecam keras penggunaan istilah tersebut karena dampaknya sangat berbahaya bagi kerukunan dan kesatuan warga NU. Di samping itu dengan munculnya istilah NU garis lurus, ternyata menginspirasi orang - orang yang tak sukadengan NU untuk kemudian ikut - ikutan membuat istilah - istilah yang melecehkan nama besar NU, sebut saja misalnya munculnya fanpage yang menamakan dirinya " NU Protestan ".

Senin, 06 April 2015

( INDONESIA INDONESAH) NOT FOR SALE, HANDLE WITH CARE

GUS BUL: 
Sodara-sodara, apakah sampeyan sudah sepakat membubarkan Indonesia?

SANTRI: Nanti dulu Gus, interupsi! Mbok jangan ngelantur gini!
GUS BUL: 
Saya sama sekali tidak sedang melantur! Ini rumus akal sehat yang sampeyan tidak berani mengatakannya.
SANTRI: 
Lha terlintas saja ndak pernah e…apalagi mengatakan!

Minggu, 05 April 2015

MUI itu Sebenarnya Makhluk' jenis Apa?'......................

colkecut :
Kyai...' itu "SImbah Kakung" nanya Kyai..'
MUI itu makhluk' jenis apa?'......
Kyai Jarkoni :
Apaa?'..... MUI?,
eemm...."setau saya cut..'
Yaa..'mungkin sebangsa makhul jenis jadi-jadian lah Cutt..!!
DOlkecut :
Waaahh...'ngawur njenengan Kyai..
Hati-hati Lo..'
ALmarhum "Mbah Sahal mahfudz" yang NU beliau juga Ketua MUI lo..."
Kok berani-beraninya njengan ngendiko begitu..' Istighfar Kyai..!!!