div id='fb-root'/>
  • CAKNUN.
  • Bersama Zastrow el-ngatawi
  • Jombang 1-5 Agustus 2015.

Sabtu, 07 Juni 2014

kang KOWI atawa Kang BOWO Ga' perlu diDramatisir

Kegemaran Amin Rais dan Anis Matta utk menggunakan teks-teks suci & simbol2 agama dlm mengusung Prabowo-Hatta, nampaknya telah memicu gelombang balik tafsir agama yg lebih mainstream. Sejumlah kawan mengkhawatirkan terbukanya pertarungan jilid x dari 'islam NU versus islam Muhamadiyah'. Kristalisasi kubu akan lebih menyesakkan justru setelah pilpres usai, setelah para ksatria politik bertarung mengumbar propaganda. # Saya melihat kehadiran Said Aqil Siraj dan Mahfud MD di kubu Prabowo-Hatta memiliki signifikansi utk menghindari kristalisasi tersebut. Boleh saja, mainstrem nahdliyin ke Jokowi-JK, tp diperlukan jangkar-jangkar untuk mencairkan hubungan ormas2 Islam pasca pilpres. Dalam Mahabaratha, tetap saja ada tokoh 'Adipati Karna', sementara dalam Ramayana ada 'Kumbokarno' yg menjadi jangkar-jangkar rekonsiliasi nasional. # Nyuwun tulung nggih, jangan lagi nyongor pilpres dg jualan ayat-ayat Gusti Allah. Dan kalo mau nyongor pilpres, di rumah-rumah kami saja, jangan di rumah-rumah Tuhan, ampun di masjid-masjid nggih. Seringkali kesucian agama kita gak terkotori oleh orang lain, tapi justru tercemari oleh kelakuan kita sendiri. Lha wong pilpres itu khan soal selera rakyat, mau milih yg kalem atau milih yg sangar. Ga' perlu didramatisir segitunya.


Tidak ada komentar: